Nabi Isa, Nabi Lokal atau Internasional ?

H. Insan LS Mokoginta

Tanya :

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Pak Insan, namaku Linda. Teman cowokku Kristen sering bilang bahwa dalam Islam belum ada jaminan pasti masuk surga, semuanya masih serba insya Allah. Tapi ikut Yesus pasti selamat, karena Yesus adalah Juruselamat dunia. Katanya, asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dijamin pasti masuk surga. Saya bingung, saya tidak paham tentang ajaran Kristen. Tolong pak, saya tidak mau kehilangan dia, tapi saya juga tidak mau kehilangan aqidah saya.

Jawab :

Wa’alaikumussalam Wr Wb.

Mba Linda, memang tidak ada jaminan semua orang yang beragama Islam ”pasti” masuk surga, karena untuk masuk surga ada persyaratannya, diantaranya harus beriman, bertaqwa dan beramal soleh serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

”Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya” (Qs 2 Al Baqarah 82)

”Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (Qs 4 An Nisaa 124)

Dan dalam ayat lain Allah swt berfirman :

”Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar” (Qs 4 An Nisaa 13)

Dalam Alkitab / Bibel kata-kata masuk surga memang ada, tapi tidak ada jaminan ”pasti masuk surga”. Yesus bersabda :

”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 7:21)

Maksud ayat tersebut yaitu bila ingin masuk surga, maka lakukanlah apa yang diperintahkan Allah. Jadi percaya saja tidak ada jaminan ”pasti” masuk surga, tapi harus ada amal perbuatan yang disertai iman kepadaNya.

”Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yakobus 2:17)

Dari bunyi ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa iman saja tidak cukup tanpa amal soleh. Jadi orang Kristen yang memastikan ”dijamin pasti masuk surga” sama sekali tidak punya dalil. Justru dalam Alkitab ada ayat yang melarang memastikan sesuatu yang belum tentu terjadi, kecuali dengan menyebut Insya Allah.

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Insya Allah (Jika Tuhan menghendakinya), kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” (Yakobus 4:13-15)

Selanjutnya, apakah benar Yesus Juruselamat dunia? Memang ada ayat yang menyebutkan seperti itu, tapi itu bukan kesaksian Yesus, tapi dari orang lain. Perhatikan ayat-ayat dibawah ini :

dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah (Yesus) benar-benar Juruselamat dunia.” (Yohanes 4:42)

Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. (1 Yoh 4:14)

Kata ”mereka” dan kata ”kami” pada kedua ayat tersebut di atas, menunjukkan bahwa ayat itu bukan ucapan Yesus, tapi berasal dari orang lain yang tidak jelas. Oleh sebab itu ayat tersebut sangat lemah. Al Qur`an menjelaskan bahwa Yesus (Nabi Isa as) diutus hanya untuk kaumnya saja yaitu Bani Israil.

”Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil…” (Qs 3 Aali Imraan 48-49)

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail (Qs 43Az Zuhkruf 59)

Kesaksian Al Qur`an tersebut ternyata tertulis di dalam Alkitab / Bible :

”Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus”  (Kis 13:23)

Berdasarkan ayat tersebut maka kita berani ambil kesimpulan bahwa Yesus benar seorang juruselamat, tapi sayang, beliau hanyalah juruselamat untuk  orang Israel saja, bukan untuk dunia. Hal ini dikuatkan dengan kesaksian Yesus sendiri sbb :

“Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

Yesus tidak mungkin berbohong mengatakan yang bukan haknya, karena dia tahu dan dia juga mengajarkan kepada kaumnya dengan menggunakan Perjanjian Lama,  bahwa juruselamat untuk semua manusia hanyalah Allah swt. Perhatikan ayat-ayat Alkitab sbb :

Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. (Yesaya  43:11)

Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! (Yesaya  45:21)

Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal Allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku. (Hosea  13:4)

Dari berbagai ayat Al Qur`an dan Alkitab / Bibel, sangat jelas bahwa Yesus (nabi Isa as) adalah juruselamat hanya untuk kaumnya saja, bukan juruselamat untuk seluruh dunia, karena beliau benar-benar diutus hanya untuk Bani Israil saja. Bahkan Indonesia termasuk salah satu wilayah atau negara yang dilarang oleh Yesus untuk diberitakan Injil.

“Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka” (Kis 16:6)

Karena Indonesia termasuk wilayah Asia, maka Indonesia termasuk salah satu negara yang dilarang oleh Yesus untuk diberitakan Injil. Maka sangat jelas bahwa Yesus hanyalah seorang rasul yang diutus untuk kaumnya saja yaitu Bani Israil, bukan untuk seluruh dunia, dan periodenya juga sudah selesai dan telah digantikan oleh nabi terakhir yaitu Muhammad saw.

Karena itu kami sarankan, janganlah terpengaruh dengannya, sebab jika mba Linda sampai murtad masuk Kristen, maka mba akan mendapatkan 3 kerugian, yaitu

1. Meninggalkan Nabi Muhammad saw

2.Dikira menjadi pengikut Yesus, padahal menjadi pengikut Paulus

3. Dikira bakal masuk surga, padahal masuk neraka!

Tapi jika dia masuk Islam, maka dia akan memperoleh 3 keuntungan yaitu :

1. Menjadi pengikut Nabi Muhammad  saw

2. Tidak meninggalkan Yesus, bahkan menjadi pengikut Yesus dalam arti yang sesungguhnya karena Yesus adalah Nabi Isa as, Nabi kita umat Islam juga.

3. Dengan masuknya ke dalam Islam (Muallaf), dosa-dosanya yang lampau diampuni-Nya, dan insya Allah dijaminan masuk surga.

Oleh sebab itu, jika mba tidak mau aqidah hilang dan tidak mau kehilangan dia, maka jalan satu-satunya ajak dia masuk Islam. Sebab dengan masuknya dia ke dalam agama Islam, insya Allah dia akan mendapatkan 3 keuntungan tersebut.

Kata Rasulullah saw, jika karena dakwah kalian orang mendapat hidayah masuk Islam, niscaya pahalanya bagaikan langit, bumi dan isinya. Maksudnya pahalanya sangat besar sekali. Mudah-mudahan mba bisa meraih pahala yang besar seperti itu.

Benarkah jika percaya Yesus sebagai Tuhan, dijamin pasti selamat?? (nantikan jawaban berikutnya)

[www.suara-islam.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: