Syarat-syarat Kitab Dikatakan Suci – 4

Penerima Wahyu Harus Jelas, Jujur Dan Berakhlak Mulia

Alkitab yang dipakai oleh umat Kritstiani dewasa ini, tidak mencantumkan nama-nama penulisnya. Jika kita lihat dalam Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan terbitan Gandum Mas Malang cet. I tahun 1994 dan ke 2 tahun 1996 yang dicetak Lembaga Alkitab Indonesia, disitu tertulis jelas nama-nama penulis Alkitab, tahun berapa ditulis dan lain-lain. Kami kutip apa adanya sebagai berikut :

PERJANJIAN LAMA

No. Nama Kitab Penulis Tahun
1 Kejadian Musa 1445 – 1405 SM
2 Keluaran Musa 1445 – 1405 SM
3 Imamat Musa 1445 – 1405 SM
4 Bilangan Musa 1405 SM
5 Ulangan Musa 1405 SM
6 Yosua Yosua Abad 14 SM
7 Hakim ????? 1050 – 1000 SM
8 Ruth ????? Abad ke 10 SM
9 1 Samuel ????? Ahir abad 10 SM
10 2 Samuel ????? Ahir abad 10 SM
11 1 Raja-Raja ????? 560 – 550 SM
12 2 Raja-Raja ????? 560 – 550 SM
13 1 Tawarikh Ezra / ? 450 – 420 SM
14 2 Tawarikh Ezra / ? 450 – 420 SM
15 Ezra Ezra 450 – 420 SM
16 Nehemia Ezra / Nehemia ? 430 – 420 SM
17 Ester ????? 460 – 400 SM
18 Ayub ????? ?????
19 Mazmur Daud + ? Abad 10 – 5 SM
20 Amsal Salomo + ? 70 – 700 SM
21 Pengkotbah Salomo ? 935 SM
22 Kidung 2 Salomo ? 960 SM
23 Yesaya Yesaya 700 – 680 SM
24 Yeremia Yeremia 586 – 585 SM
25 Ratapan Yeremia 586 – 585 SM
26 Yehezkiel Yehezkiel 590 – 570 SM
27 Daniel Daniel ? 536 – 530 SM
28 Hosea Hosea 835 – 850 SM
29 Yoel
30 Amos Amos 760 – 755 SM
31 Obaja Obaja 840 SM
32 Yunus Yunus 760 SM
33 Mikha Mikha 740 – 710 SM
34 Nahum Nahum 630 – 620 SM
35 Habakuk Habakuk 606 SM
36 Zefanya Zefanya 630 SM
37 Hagai Hagai 520 SM
38 Zakharia Zakharia 520 – 470 SM
39 Maleakhi Maleakhi ? 430 – 420 SM

Perhatikan, semua yang diberi tanda tanya (?). Dari 39 Kitab Perjanjian Lama tersebut, kalau dihitung, terdapat sekitar 9 Kitab yang tertulis “tidak diketahui siapa penulisnya” dan ada 4 Kitab lagi yang sebagian tidak jelas sumbernya. Jadi ada sekitar 13 Kitab dari 39 Kitab Perjanjian Lama versi Katolik yang tidak diakui oleh pihak Protestan dan disebut sebagai kitab Apokripa, yang dalam bahasa Yunani artinya “tersembunyi”, yaitu kitab-kitab tertentu dalam Perjanjian Lama yang tidak dibenarkan untuk bacaan umum di gereja, tapi dianggap berharga untuk studi pribadi dan nilai rohani. Inilah nama 9 Kitab Perjanjian Lama versi Katolik yang tidak terdapat dalam Kitab Perjanjian Lama versi Protestan :

40 Tobit – To

41 Yudit – Ydt

42 Tambahan Ester – T. Est

43 Kebijaksanaan Salomo – Keb

44 Yesush bin Sirakh – Sir

45 Barukh & Surat Nehemia – Bar

46 Tambahan Daniel – T.Dan

47 Makabe 1 – 1 Mak

48 Makabe 2 – 2 Mak

Dengan adanya tambahan 9 (sembilan) Kitab pada Perjanjian Lama versi Katolik ini, maka jumlah Kitab Perjanjian Lama versi Katolik ada 47 (empat puluh tujuh) kitab, sementara versi Protestan hanya ada 39 (tiga puluh sembilan) kitab.

Timbul pertanyaan sebagai berikut :

Pertama : Manakah yang benar jumlahnya 47 Kitab Perjanjian Lama versi Katolik atau 39 Kitab Perjanjian Lama versi Protestan?

Kedua : Mengapa sudah ribuan tahun tidak diketahui siapa penulis kitab-kitab yang diberi tanda tanya tersebut?

Ketiga : Kalau Roh Kudus bisa dimintakan bantuannya, sudah ribuan tahun, kenapa tidak minta bantuan Roh Kudus untuk menunjukkan siapa nama-naa penulis kitab-kitab yang tidak diketahui penulisnya itu?

Keempat : Bagaimana kita mengimani kebenaran suatu kitab suci jika sumbernya atau penulisnya tidak jelas, bahkan tidak diketahui?

Sekarang bagaimana dengan Perjanjian Baru? Perhatikan nama-nama Kitab dan Surat dalam Perjanjian Baru berikut ini, sehingga para pembaca bisa membedakan mana firman Tuhan, sabda nabi, dongeng, atau karya penulis Injil itu sendiri yang katanya mendapatkan inspirasi dari Roh Kudus:

PERJANJIAN BARU

No Nama Kitab Penulis Tahun
1 Injil Matius Matius 60-an M
2 Injil Markus Markus 55 – 65 M
3 Injil Lukas Lukas 60 – 63 M
4 Injil Yohanes Yohanes 80 – 95 M
5 Kisah Rasul Lukas ? 63 M
6 Roma Paulus ? 57 M
7 1 Korintus Paulus 55 – 56 M
8 2 Korintus Paulus 55 – 56 M
9 Galatia Paulus ? 49 M
10 Efesus Paulus ? 62 M
11 Filipi Paulus ? 62 – 63 M
12 Kolose Paulus ? 62 M
13 1 Tesalonika Paulus ? 51 M
14 2 Tesalonika Paulus ? 51 – 52 M
15 1 Timotius Paulus ? 65 M
16 2 Timotius Paulus ? 67 M
17 Titus Paulus ? 65 – 66 M
18 Filemon Paulus ? 62 M
19 Ibrani ????? 67- 69 ? M
20 Yakobus Yakobus 45 – 49 M
21 1 Petrus Petrus 60 – 63 M
22 2 Petrus Petrus 66 – 68 M
23 1 Yohanes Yohanes 85 – 95 M
24 2 Yohanes Yohanes 85 – 95 M
25 3 Yohanes Yohanes 85 – 95 M
26 yudas Yudas 70 – 80 M
27 Wahyu Yohanes 90 – 96 M

Dari 27 (dua puluh tujuh) kitab Perjanjian Baru tersebut, yang diberi tanda tanya (???) adalah Kitab Ibrani. Tertulis dengan jelas dalam Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan penerbit Gandum Mas yang dicetak oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 1994 dan 1996, disitu dijelaskan bahwa kitab tersebut tidak diketahui siapa penulisnya dan tidak diketahui kepada siapa kitab tersebut dialamatkan. Pada abad ke 5 Masehi, tersebar sebagian pendapat bahwa itu adalah tulisan Paulus, tapi sebagian yang berpandangan konservatif berpendapat tidak mungkin kalau Paulus yang menulis surat tersebut, karena gaya bahasa yang halus bukan merupakan gayanya Paulus.

Kemudian kalau kita teliti dan dalami Alkitab, ternyata sebagian besar penulis Injil, mereka bukan murid Yesus. Injil itu ada 4 (empat) yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Sebagian besar umat Kristen yakin bahwa penulis keempat Injil tersebut mereka adalah murid-murid Yesus. Ternyata Markus dan Lukas tidak terdaftar dari ke 12 murid Yesus. Matius yang terdaftar dalam Injil sebagai murid Yesus, sebenarnya bukan murid Yesus, itu juga diragukan apakah dia benar muridnya. Coba perhatikan daftar murid-murid Yesus pada kolom/tabel di bawah ini :

Mar 3 : 16 – 19 Luk 6 : 13 – 16 Mat 10 : 2 – 4
Simon Petrus Simon Petrus Simon Petrus
Andreas Andreas Andreas
Yakobus anak Zebedeus Yakobus anak Zebedeus Yakobus anak Zebedeus
Yohanes sdr Yakobus Yohanes Yohanes sdr Yakobus
Philipus Philipus Philipus
Bartolomeus Bartolomeus Bartolomeus
Matius Matius Matius
Thomas Thomas Thomas
Yakobus anak Alfeus Yakobus Simon  orang Zelot
Tadeus Tadeus Tadeus
Yudas Yudas Yudas

Dari keempat penulis Injil pada tabel tersebut sama sekali tidak terdaftar nama Markus dan Lukas. Ini membuktikan bahwa penulis Injil Markus dan Lukas bukan muridnya Yesus. Yang ada hanyalah nama Matius dan Yohanes.

Tetapi apakah nama Matius tersebut adalah benar-benar muridnya Yesus yang menulis Injil Matius? Coba simak ayat Matius 9 : 9 – 10 berikut ini :

“Setelah Yesus pergi dari situ, ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu ia berkata kepadanya : “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-muridNya”

Ayat ini membuktikan bahwa Matius penulis Injil bukanlah murid Yesus. Yang benar-benar menjadi  murid Yesus adalah Matius pemungut cukai yang diajak langsung oleh Yesus untuk mengikutinya.

Kalau benar penulis Injil Matius itu adalah murid Yesus, maka kata-kata pada ayat tersebut bunyinya sebagai berikut :

“Setelah Yesus pergi dari situ, ia melihat aku duduk di rumah cukai, lalu ia berkata kepadaku : “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah aku lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumahku, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-muridNya” (Matius 9 : 9 – 10)

Kesimpulannya yaitu penulis Injil Matius bukanlah murid Yesus, tetapi kebetulan sama-sama bernama Matius.

Sekarang bagaimana dengan penulis Injil Yohanes? Apakah dia benar-benar termasuk murid Yesus juga? Bersama ini kami kutip mukadimah Injil Yohanes dalam Kitab Perjanjian Baru tahun 1983 dari percetakan Arnoldus Ende yang teksnya diambil dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 1975 berikut ini:

“Tradisi hampir sepakat menyebut Yohanes pengarang Injil keempat. Ia adalah anak Zabedeus, dan nelayan. Menurut tradisi Injil itu ditulis bagi orang-orang Kristen di kawasan Asia Kecil. Waktu itu Yohanes telah menjadi pengikut Yohanes Pembaptis. Ia secara khusus dikasihi Yesus (kalau memang murid itu benar-benar Yohanes penulis Injil). Yohanes menulis Injilnya waktu sudah lanjut usia sekitar tahun 90 M.”

Berdasarkan mukadimah (pembukaan) Injil Yohanes tersebut, yaitu tertulis dalam kurung (“Kalau memang murid itu benar-benar Yohanes penulis Injil”), membuktikan bahwa penulis Injil Yohanes ini masih diragukan apakah dia itu benar-benar murid Yesus atau bukan.

Kemudian sebagian penulis ayat-ayat yang termuat dalam Perjanjian Baru tersebut dulunya seorang musuh Yesus, penjahat, pembunuh dan berlatar belakang buruk yaitu Paulus. Perhatikan kutipan pengakuan Paulus sendiri dalam berbagai surat-suratnya sebagai berikut :

“Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?”(Roma 3 : 7)

“Tetapi Paulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan keluar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara” (Kisah Para Rasul 8 : 3)

“Jawab Anasias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerussalem.” (Kisah Para Rasul 9 : 13)

“Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati, laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.” (Kisah Para Rasul 22 : 4)

“Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.” (1 Timotius 1 : 13)

“Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi : tanpa batas  aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.” (Galatia 1 : 13)

“Hal itu kulakukan juga di Yerussalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati.” (Kisah Para Rasul 26 : 10)

Paulus bagaikan Bunglon

Cermatilah ayat-ayat pada 1 Korintus 9 : 20 – 23 berikut ini:

“20. Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi roang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. 21. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat kau menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun kau tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.22. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelematkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenagkan beberapa orang dari antara mereka. 23. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.”

Semua ayat-ayat Alkitab tersebut adalah pengakuan Paulus sendiri. Orang yang berlatar belakang buruk seperti dia, bagaimana mungkin dijadikan panutan?

Pertanyaannya : ”Siapakah  yang menjadi panutan, Yesus atau Paulus?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: