Syarat-syarat Kitab Dikatakan Suci – 9

Kitab Tersebut Bisa Berbicara, Dia Berasal Dari Allah

Satu-satunya kitab suci yang bisa berbicara bahwa dia berasal dari Allah adalah Al Qur’an. Artinya Al Qur’an itu sendiri bisa memberikan kesaksian bahwa dia itu benar-benar wahyu yang Allah turunkan. Hal ini bisa kita buktikan karena tertulis di dalam Al Qur’an itu sendiri sebagai berikut :

1. Alif, laam, raa[741]. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). 2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.  (Qs 12 Yusuf 1 – 2)

Melalui ayat tersebut , Allah menyatakan Dia-lah yang menurunkan Al Qur’an berbahasa Arab. Terbukti sampai saat ini bahkan sampai kiamat Qur’an tetap berbahasa Arab. Dan pernyataanNya bahwa Dia yang menurunkan Al Qur’an, benar-benar tertulis dalam Al Qur’an.

Selanjutnya coba kita simak firman Allah pada ayat berikut ini:

9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.(Qs 15 Al Hijr 9)

Ayat ini menjelaskan bahwa Qur’an itu benar-benar Allah yang turunkan dan Dia yang menjaganya. Terbukti Al Qur’an sampai saat ini tetap terjaga. Artinya Qur’an itu tetap terpelihara karena dihapal oleh jutaan manusia di dunia. Beda dengan Alkitab, tidak seorangpun di dunia yang hapal Alkitab. Nah bunyi ayat-ayat seperti ini tidak terdapat di dalam Alkitab.

Bagaimana Alkitab berbicara tentang dirinya sendiri ?

Kita baca Injil Lukas 1 : 1 – 3 berikut ini:

“Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu…”

Baca pula Alkitab Kisah Para Rasul 1 : 1

“Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus…”

Kedua kitab tersebut, yaitu Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, sama-sama ditulis oleh Lukas. Lukas ini bukanlah murid Yesus, dia adalah seorang tabib. Dan dia adalah teman seperjalanan dengan Paulus. Lukas tidak mengenal Yesus secara pribadi. Hal ini tertulis jelas dalam pembukaan Injil Lukas cetakan lama. Hanya saja Injil cetakan sekarang tidak lagi dimuath tentang latar belakang Lukas. Pada ayat tersebut Lukas katakan bahwa dia menulis Injil tersebut berdasarkan saksi mata dan darimereka. Pertanyaannya : Siapakah mereka itu? Dan siapakah saksi mata itu? Dari tulisan dan pengakuan Lukas sendiri pada beberapa ayat tersebut, jelas menunjukkan bahwa Lukas menulis Injilnya bukan karena ia mendapat wahyu langsung dari Allah kepadanya, tetapi hanya berasal dari “mereka” dan “saksi mata” yang tidak jelas siapa orangnya, kemudian dia tulis dan kirim kepada seseorang yang terkenal pada saat itu yang bernama Teofilus. Jadi jelas bahwa penulisan Injil Lukas bukan karena Lukas menerima wahyu langsung dari Allah, tetapi hanya berasal dari sumber-sumber yang tidak jelas. Awal pembukaan Injil Lukas, jelas terlihat bahwa Lukas menulis Injilnya dalam bentuk surat yang ditujukan kepada Teofilus, dan selanjutnya Lukas menulis kedua kalinya seperti dalam pembukaan Kisah Para Rasul.

Kemudian di dalalm Alkitab, terdapat 13 surat kiriman berasal dari Paulus dan 7 surat kiriman berasal darih Petrus, Yakobus, Yohanes dan Yudas. Perhatikan ayat-ayat sebagai berikut ;

“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitahukan Injil Allah.” (Roma 1 : 1)

“Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita.” (1 Koruintus 1 : 1)

“Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.” (Eferus 1 : 1)

“Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita.” (Kolose 1 : 1)

“Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami.” (Filipi 1 : 1)

“Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.” (Yakobus 1 : 1)

“Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar  di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia” (1 Petrus 1 : 1)

“Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kami, tetapi juga semuah orang yang telah mengenal kebenaran.” (2 Yohanes 1 : 1)

“Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus.” (Yudas 1: 1)

Dari pembukaan semua surat-surat tersebut, jelas sekali bahwa penulis surat-surat itu adalah penulis surat itu juga. Semua itu merupakan bentuk surat yang dikirim dan ditujukan kepada seseorang atau kelompok tertentu di suatu daerah. Jadi ayat-ayat tersebut semuanya hanyalah merupakan pernyataan dari seseorang yang ditunjukan juga kepada seseorang, dan bukan pernyataan dari Allah bahwa Dia-lah yang menurunkan Alkitab itu dan Dia pula yang menjaganya. Makanya jangan heran bahwa Alkitab dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan, karena tidak ada standar untuk mengecek apabila terjadi kesalahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: